Ad Placement

Tuesday, 29 October 2019

Cara Mengetahui Tipe Partisi MBR atau GPT di Windows 10 dengan CMD

Di Windows 10, kamu bisa menggunakan dua tipe partisi yaitu Master Boot Record (MBR) atau GUID Partition Table (GPT). MBR dan GPT sendiri memiliki perbedaan. Dimana MBR sudah digunakan sejak lama, dan kompatible dengan Windows versi lawas, tetapi terdapat keterbatasan, dimana hanya mendukung ukuran ruang penyimpanan maksimal 2TB.

Dilain pihak, GPT hadir dengan mengatasi masalah keterbatasan pada MBR, dimana tidak ada batasan ukuran ruang penyimpanan yang membatasi.

Jika kamu menjalankan arsitektur 64-bit di Windows 7, Windows 8.1 atau Windows 10 pada perangkat yang menggunakan firmware Unified Extensible Firmware Interface (UEFI), maka sangat direkomendasikan untuk menggunakan GPT. Tetapi jika kamu membutuhkan kompatibilitas karena menggunakan perangkat yang lawas (biasanya menggunakan Legacy), maka MBR bisa menjadi pilihan.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui tipe partisi yang ada. Karena hal ini perlu diketahui pada kasus tertentu, misalnya pada saat ini installasi Windows.

Pada artikel kali ini, kamu akan mengetahui bagaimana cara mengetahui tipe partisi yang digunakan di Windows 10 dengan menggunakan Command Prompt.

Mengetahui Tipe Partisi MBR atau GPT di Windows 10 dengan Command Prompt

  1. Buka Command Prompt as Administrator.
  2. Ketikan perintah diskpart.
  3. Ketikan perintah list disk untuk melihat drive yang ada.
  4. Kamu bisa melihat pada kolom Gpt, dimana jika tipe partisi yang digunakan adalah GPT, maka akan ada tanda bintang (*). Jika tidak ada, maka itu artinya tipe partisi tersebut adalah MBR.Done, kamu dapat menutup jendela Command Prompt.
  5. Itu dia cara untuk mengetahui tipe partisi yang digunakan di Windows 10. Cara ini juga bisa diaplikasikan pada versi Windows lainnya seperti Windows 7 ataupun Windows 8.x.
  6. Done, kamu dapat menutup jendela Command Prompt.

Cara Install atau Uninstall Program pada Save Mode di Windows 10

Di Windows 10, kamu dapat boot ke Safe mode untuk melakukan diagnosa masalah terhadap software maupun hardware. Karena sistem hanya akan menjalankan service dasar yang diperlukan untuk menjalankan sistem, hal ini tentu berbeda dengan normal boot yang akan menjalankan semua service termasuk dari aplikasi pihak ke-3.

Namun, satu hal yang tentu kamu tahu bahwa, kamu tidak bisa menginstall ataupun uninstall program didalam Save Mode. Dimana kamu akan mendapati pesan “The Windows Installer Service could not be accessed. This can occur if the Windows Installer is not correctly installed. Contact your support personnel for assistance.” Ketika mencobanya.

Meskipun begitu, nyatanya kamu bisa melakukan hal tersebut, tetapi perlu melakukan konfigurasi terlebih dahulu.

Cara Mengaktifkan Fitur Windows Sandbox di Windows 10


Sandbox sendiri memiliki fungsi serupa dengan aplikasi Virtual Matchine, dimana memanfaatkan virtualisasi hardware untuk menjalankan kernel yang terisolasi pada Sandbox. Fitur Sandbox di Windows 10 secara default terinstal sistem operasi Windows 10, dimana virtual OS ini hanya berukuran 100MB saja, dan dapat kamu manfaatkan untuk percobaan seperti menjalankan aplikasi yang mencurigakan.

Microsoft Mendapatkan Kontrak Senilai USD 10 Miliar dari Pentagon

Pentagon via Techradar
Reputasi Microsoft dalam bisnis cloud semakin moncer seiring dengan makin banyaknya kontrak besar berhasil diamankan Redmond dalam beberapa tahun belakangan ini. Baru saja, Microsoft diumumkan sebagai pemenang tender multi-miliaran dolar untuk memasok layanan cloud computing untuk Pentagon.